Memahami Kelebihan dan Kerugian Virtual Office

Memahami Kelebihan dan Kerugian Virtual Office

Perkembangan teknologi memberi dampak hampir di semua aspek yang ada di kehidupan. Mulai dari adanya internet digital, gadget yang punya fitur canggih terlintas robot yang memudahkan pekerjaan manusia. Satu sektor yang amat terpengaruhi oleh kemajuankronologi, pertambahan, pertumbuhan, perubahan, perurutan, urut-urutan, teknologi adalah unit area ekonomi yang membuat bumbu-bumbu baru datang dalam dunia bisnis. Salah-satunya seperti yang dibahas pada artikel sebelumnya mengenai infiniti office yang menghadirkan corak baru di pembisnisan.

 

Kantor virtual menampilkan konsep baru yang bisa dibilang bertentangan dengan kantor pada umumnya atau yang biasa dikenal dengan sebutan kantor tradisional. Secara definisi ropak-rapik virtual berbeda beserta kantor konvensional. Pangkalan virtual tidak mencita-citakan kantor sebagai tempat kerja fisik karena pekerja bekerja dengan online dimana pula biar yang ia target sedangkan kantor tradisional memerlukan kantor karena semua pekerjaan harus dilakukan di kantor tersebut.

 

Perbedaan yang paling mencolok adalah tempat kerja. Bisa dibilang bahwa pekerja kantor virtual tidak memiliki tempat yang tetap karena itu bisa bekerja publik dimanapun selama tetap bisa terhubung secara internet. Kantor konvensional diharuskan mempunyai ruang kerja fisik yang mana semua aktivitas serta pekerjaan dilakukan pada ruang kerja itu.

 

Masih berhubungan secara tempat kerja, kantor konvensional tentunya menitikberatkan biaya lebih untuk menyewa atau membeli gedung untuk dijadikan tempat kerja. Olehkarena itu hal tersebut maka sudah jelas kalau biaya operasional akan memakan banyak dana belum lagi untuk biaya perawatan rompok dan lain-lain nya. Beda hal dengan virtual office, biaya operasional yang diperlukan akan sangat sedikit atau dapat disebut tidak perlu karena kantor virtual bukan memiliki tempat sikap fisik. Sehingga duit yang dijadikan biaya operasional dapat digunakan untuk keperluan kongsi yang lain.

 

Membahas menyenggol fasilitas, tentu saluran yang dimiliki pangkalan virtual tidak kalah berbeda dengan saluran yang dimiliki pangkalan konvensional. Para penyedia kantor virtual umumnya sudah menyediakan teritori dan fasilitas yang bisa disewa dengan harga terjangkau apabila sebuah perusahaan ropak-rapik virtual ingin membuat rapat dan sebagainya. Ropak-rapik konvensional bisa diakui memiliki fasilitas yang lebih lengkap untuk menyodorkan perusahaannya dan membuat para pekerja cocok.

 

Perbedaan yang nampak jelas lagi adalah tekanan kerja yang didapatkan oleh pegawai kantor virtual beserta pekerja kantor tradisional. Sebuah riset mengatakan bahwa tekanan komitmen dapat berpengaruh gede terhadap kinerja orang upahan. Apabila seorang pekerja memiliki tekanan kerja yang rendah maka produktivitas yang dihasilkan akan tinggi karena terbebas dari stres dan depresi. Sebaliknya jika tingginya tuntutan kerja yang dihadapi seorang pekerja oleh karena itu akan rentan terkena stress atau kemunduran yang tentunya hendak sangat merugikan sebuah perusahaan. Maka hal ini lah yang menjadi unggulan daripada virtual office olehkarena itu biasanya para pekerja jarang bertatap muka. Lain hal dengan pegiat konvensional dimana pada setiap hari mereka bertemu mengakibatkan persaingan ketat antar karyawan dan banyaknya peraturan yang mengikat yang berpengaruh karyawannya rentan tersangkut stress dan kemerosotan lalu menurunkan profit pendapatan sebuah perusahaan.